Archive

Archive for the ‘Networking’ Category

Facebook Database Backend

August 15, 2009 3 comments

From this error… you can see that facebook using mysql as their database backend

Facebook_MySQL

Advertisements

Listing all subdomains

March 16, 2009 Leave a comment

Sometimes, we need to know about all subdomains of a domain, for example, we want to know all subdomains of itb.ac.id, we can do this step :

Locate your primary nameserver, for example, in my campus the master nameserver is 167.205.22.123 / ns2.itb.ac.id we can listing the registered subdomains in ns2.itb.ac.id by following this command :

# dig @167.205.22.123 itb.ac.id axfr
; <<>> DiG 9.4.2-P2 <<>> @167.205.23.1 itb.ac.id axfr
; (1 server found)
;; global options:  printcmd
itb.ac.id.        3600    IN    SOA    ns1.ITB.ac.id. dnsadm.ITB.ac.id. 2009031102 3600 3600 1209600 3600

itb.ac.id.        3600    IN    NS    ns3.itb.ac.id.
academic.itb.ac.id.    3600    IN    A    167.205.27.102
ae.itb.ac.id.        3600    IN    NS    ns2.itb.ac.id.
ae.itb.ac.id.        3600    IN    NS    ns3.itb.ac.id.
ai3.itb.ac.id.        3600    IN    NS    ns2.itb.ac.id.
ai3.itb.ac.id.        3600    IN    NS    ns3.itb.ac.id.
ai3-indonesia-ether.itb.ac.id. 3600 IN    A    167.205.23.2
ai3-indonesia-ether.itb.ac.id. 3600 IN    A    202.249.24.67
ai3-indonesia-ether.itb.ac.id. 3600 IN    AAAA    2001:d30:3::218:71ff:fe87:1cc3
ai3-indonesia-ether.itb.ac.id. 3600 IN    AAAA    2001:d30:103:3000:218:71ff:fe86:c773
AI3-NOC-PAU-Cat6-Vlan.itb.ac.id. 3600 IN CNAME    indonesia-itb-ether.itb.ac.id.
akademik.itb.ac.id.    3600    IN    NS    ns2.itb.ac.id.
akademik.itb.ac.id.    3600    IN    NS    ns3.itb.ac.id.
akademik.itb.ac.id.    3600    IN    NS    mail.akademik.itb.ac.id.
mail.akademik.itb.ac.id. 3600    IN    A    167.205.110.2
mail.akademik.itb.ac.id. 3600    IN    A    167.205.110.131
alumni.itb.ac.id.    3600    IN    A    167.205.1.73
alumni.itb.ac.id.    3600    IN    MX    10 1348379770.pamx1.hotmail.com.
.

.

.

zimbra.itb.ac.id.    3600    IN    A    167.205.23.23
zimbra.itb.ac.id.    3600    IN    MX    5 mx1.itb.ac.id.
zimbra.itb.ac.id.    3600    IN    MX    10 zimbra.itb.ac.id.
registrasi.zimbra.itb.ac.id. 3600 IN    A    167.205.23.23
itb.ac.id.        3600    IN    SOA    ns1.ITB.ac.id. dnsadm.ITB.ac.id. 2009031102 3600 3600 1209600 3600
;; Query time: 310 msec
;; SERVER: 167.205.23.1#53(167.205.23.1)
;; WHEN: Mon Mar 16 14:24:00 2009
;; XFR size: 1157 records (messages 1, bytes 27118)

you can try another domains for example arc.itb.ac.id to be searched all of its subdomains

# dig @167.205.22.123 arc.itb.ac.id axfr

; <<>> DiG 9.4.2-P2 <<>> @167.205.22.123 arc.itb.ac.id axfr
; (1 server found)
;; global options:  printcmd
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    SOA    gtw.arc.ITB.ac.id. admin.arc.itb.ac.id. 2009031209 3600 900 1728000 3600
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    AAAA    2001:d30:3:160::3
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    A    167.205.3.3
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    MX    10 arc.itb.ac.id.
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    MX    100 mx1.itb.ac.id.
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    NS    gtw.arc.ITB.ac.id.
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    NS    ns2.itb.ac.id.
arc.itb.ac.id.        2592000    IN    NS    ns3.itb.ac.id.
10.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.52
11.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.53
12.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.54
13.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.55
14.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.56
15.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.57
16.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.58
17.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.59
18.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.60
19.arc.itb.ac.id.    2592000    IN    A    167.205.3.61
.

.

.

It’s very simple 🙂

Error Checking pada Jaringan Telekomunikasi

March 14, 2009 7 comments

Artikel ini sebenarnya merupakan tugas kuliah, namun tidak ada salanya dipublikasikan sehingga dapat membantu pemahaman maupun pengetahuan para pembaca.

Masalah yang harus dihadapi dalam sistem komunikasi apapun adalah terjadinya/adanya error/kesalahan yang menyebabkan sistem tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini terjadi juga pada sistem komunikasi data. Masalah utama dalam komunikasi data adalah realibility. Sinyal yang dikirim melalui medium tertentu dapat mengalami pelemahan, distorsi, dan adanya keterbatasan bandwidth. Hal tersebut dapat membuat data yang dikirim menjadi rusak, hilang, berubah, atau terduplikasi. Kesalahan/error yang terjadi tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai hal seperti kesalahan dalam transmisi (hardware), network interface, interferensi elektrik, noise (misal thermal noise), koneksi, dll.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis Metode Error Checking :

1.Parity Check
Pada metode ini, deteksi error dilakukan dengan menambahkan sebuah ‘parity’ bit pada setiap paket data, sehingga dapat dideteksi suatu paket data tersebut valid atau tidak. Metode parity bit ini terbagi menjadi dua jenis yakni:
–    even parity
metode ini biasa dipergunakan dalam transmisi data secara asynchronous, pada metode ini sebelum paket data dikirim, setiap paket data di cek apakah jumlah ‘1’ berjumlah ganjil atau genap, jika paket data berjumlah genap maka bit parity akan tetap 0 sedangkan jika jumlah ‘1’ ganjil maka bit parity akan menjadi 1 sehingga jumlah bit menjadi genap. Proses penghitungan ini menggunakan XOR gate. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh dibawah ini.
Berikut ini adalah contoh pengecekan error pada transmisi menggunakan metode even parity :
A ingin mentransmisikan data                                :1001
A menghitung, untuk mendapatkan bit parity    :1^0^0^1 = 0
A menambahkan bit paritas pada paket data      :10010
B menerima data                                                        :10010
B menghitung parity                                                  :1^0^0^1 = 0
B melaporkan bahwa data yang diterima valid [harapan yang diterima B benar, yakni even parity].

A ingin mentransmisikan data                                : 1001
A menghitung, untuk mendapatkan bit parity    : 1^0^0^1 = 0
A menambahkan bit paritas pada paket data      : 10010
*** TRANSMISSION ERROR ***
B menerima data                                                        : 11010
B menghitung parity                                                  : 1^1^0^1^0 = 1
B melaporkan adanya error pada transmisi, setelah mendapatkan data yang ditidak sesai harapan yakni even parity

–    odd parity
metode ini biasa dipergunakan dalam transmisi data secara synchronous, pada metode ini sebelum paket data dikirim, setiap paket data di cek apakah jumlah ‘1’ berjumlah ganjil atau genap, jika paket data berjumlah genap maka bit parity akan menjadi 1 sehingga jumlah bit ‘1’ menjadi ganjil  sedangkan jika jumlah ‘1’ sudah ganjil maka bit parity akan tetap menjadi 0.
Berikut ini adalah contoh pengecekan error pada transmisi menggunakan metode even parity :
A ingin mengirimkan paket data                             : 1001
A menghitung, untuk mendapatkan bit parity     : ~(1^0^0^1) = 1
A menambahkan bit parity                                       : 10011
B menerima data                                                         : 10011
B menghitung parity bit                                             : 1^0^0^1^1 = 1
B melaporkan bahwa data yang diterima valid [harapan yang diterima B benar, yakni even parity].

A ingin mengirimkan paket data                              : 1001
A menghitung nilai even parity                                 : 1^0^0^1 = 0
A menambahkan bit parity                                         : 10010
*** TRANSMISSION ERROR ***
B menerima                                                                    : 10011
B menghitung bit parity                                               : 1^0^0^1^1 = 1
B melaporkan adanya error pada transmisi, setelah mendapatkan data yang ditidak sesai harapan yakni even parity

Kelebihan dari metode parity check:

  • #    Sederhana dalam analisis dan penggunaan pada sistem
  • #    Mudah direalisasikan dalam bentuk rangkaian/hardware

Kekurangan dari metode parity check:

  • #    Kurang handal dalam mengatasi deteksi dan perbaikan error.
  • #    Kemungkinan kesalahan yang terjadi besar, yaitu 50%
  • #    Hanya dapat mendeteksi error dalam jumlah bit terbatas : 1-3 bit errors.

Berikut ini contoh kesalahan yang dilakukan oleh metode parity check
A ingin mengirimkan data                 :    1001
A menghitung nilai paritas genap    :    1^0^0^1 = 0
A mengirimkan                                    :    10010
*** TRANSMISSION ERROR ***
B menerima                                          :    11011
B menghitung semua paritas            :    1^1^0^1^1 = 0
B melaporkan transmisi data benar, walaupun sebenarnya data terima salah.

2.Checksum

Pada Metode checksum, pengecekan dilakukan dengan melakukan penjumlahan pada sekumpulan data dan kemudian mengcomplement jumlah tersebut, kemudian hasil complement tersebut/checksum ditambahkan pada data sebagai sebuah karakter. Kemudian pada reciever, akan dihitung ulang checksum-nya dan dilakukan perbandingan nilai/jumlah data yang dikirimkan dengan checksum. Bila terjadi perbedaan nilai antara kedua nilai ini, maka terjadi kesalahan/error dalam pengiriman data. Pada dasarnya metode ini mirip dengan parity check, perbedaannya adalah jumlah bit pada sums lebih besar dan hasil dari penjumlahan data dengan checksum harus selalu dibuat nol.
Di sisi pengirim:

  • Unit data dibagi ke dalam k seksi yang masing-masing seksi berisi n-bit data.
  • Semua seksi data tersebut ditambahkan menggunakan 1’s complement untuk mendapatkan jumlahnya.
  • Jumlah tersebut kemudian dikomplemenkan dan menjadi nilai checksum.
  • Checksum dikirim bersama dengan data sebagai unit terakhir dalam paket pengiriman.

Di sisi penerima:

  • Unit data yang diterima kembali dibagi ke dalam k seksi yang masing-masing seksi berisi b-bit data.
  • Semua seksi unit data tersebut dijumlahkan menggunakan 1’s complement untuk mendapatkan jumlahnya.
  • Jumlah tersebut kemudian dikomplemenkan.
  • Jika hasilnya adalah nol, maka data diterima; jika tidak, data akan ditolak.

Checksum

Jadi, secara umum dapat disimpulkan mengenai Checksum ini adalah sebagai berikut:
Kelebihan dari metode Checksum:

  • Mudah diimplemantasikan dalam software
  • Memiliki kehadalan sistem yang cukup tinggi, yaitu sekitar 90%.

Kekurangan dari metode Checksum:

  • Kehandalan sistem deteksi error yang masih lemah (walaupun lebih handal dibanding parity check) karena tidak dapat mendeteksi unit data (bytes/words) yang urutannya berantakan, tidak dapat mendeteksi unit data mana yang mengalami kesalahan.

3. CRC – Cyclic Redundancy Check
Cyclic redundancy check (CRC) adalah metode yang umum digunakan untuk mendeteksi error. CRC beroperasi pada sebuah frame/block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan dihitung CRC checksumnya (berukuran r bit), kemudian dikirim bersama2 dengan frame (dengan ukuran m+r bit). Pada sisi penerima, penerima akan menghitung CRC checksum pada frame yang diterima, dan dibandingkan dengan checksum yang diterima, jika berbeda, berarti frame rusak.

CRC menggunakan prinsip modulo bilangan. Data dianggap sebagai sebuah bilangan, dan untuk menghitung checksum, sama dengan menambahkan digit untuk data dengan digit untuk checksum (berisi 0) kemudian dibagi dengan pembilang tertentu, dan sisa pembagiannya menjadi checksum untuk data tersebut. Tergantung pemilihan bilangan pembagi, CRC dapat mendeteksi single-bit error, double bit error, error berjumlah ganjil, burst error dengan panjang maksimum r. Bilangan pembagi tersebut disebut sebagai generator (polinomial).
Berikut contoh deskripsi mengenai CRC.
Di sisi pengirim:
#    Data memiliki m bit
1001, m = 4
#    Generator memiliki panjang r bit
101, r = 3
#    Tambahkan r-1 bit 0 ke data:
100100
#    Bagi bilangan ini dengan generator, sisanya (11) adalah checksum
#    Tambahkan checksum ke data asal: 100111

Di sisi penerima:
#    Bagi data yang diterima dengan generator.
Jika sisanya bukan 0, berarti terjadi kesalahan.
#    Jika sisanya 0, berarti tidak terjadi kesalahan,
sesuai dengan kriteria generator yang digunakan.

Pada CRC ini, generator pembagi data ini sering disebut generator polinomial karena nilai pembagi ini dapat direpresentasikan dalam bentuk polinomial peubah banyak, tergantung pada jenis/nilai pembagi yang digunakan. Gambar berikut menjelaskan konsep tersebut.

e59bbee78987-3

Berikut adalah beberapa generator polinomial yang sering digunakan berdasarkan konvensi internasional.
LRC: X8 + 1
CRC-12: X12 + X11 + X3 + X2 + X + 1
CRC-16: X16 + X15 + X2 + 1
CRC CCITT V41: X16 + X12 + X5 + 1 (digunakan pada HDLC procedure.)
CRC-32 (Ethernet): = X32 + X26 + X23 + X22 + X16 + X12 + X11 + X10 + X8 + X7 + X5 + X4 + X2 + X + 1
CRC ARPA: X24 + X23+ X17 + X16 + X15 + X13 + X11 + X10 + X9 + X8 + X5 + X3 + 1

Jadi, secara umum dapat disimpulkan mengenai CRC ini adalah sebagai berikut
Kelebihan dari metode CRC:

  • Dapat digunakan dalam pengiriman data berkecepatan tinggi (16-32 bit).
  • Memiliki kehadalan sistem yang sangat tinggi, yaitu sekitar 99%.
  • Mampu mendeteksi bit error dalam jumlah banyak (burst error) dengan panjang yang kurang dari jumlah redundansi bitnya.

Kekurangan dari metode CRC:

  • Realisasi rangkaian/hardware dan software yang paling sulit dibanding parity check dan checksum.
  • Analisis dan perhitungan dalam perancangan yang cukup sulit.

Install Squid Cache Server di Windows

March 4, 2009 20 comments

Squid Cache Server secara umum software penghemat bandwidth, hal ini jelas karena fungsinya mengcache objek-objek pada website, sehingga content yang sama tidak perlu diakses ke server aslinya, cukup diakses ke server cache lokal. Squid  pada awalnya ditujukan untuk sistem operasi berbasis Unix. Squid ini memiliki fitur dan performa yang sangat bagus, sehingga squid ini di-porting ke sistem operasi Windows.

Pada tutorial ini penulis akan mencoba mendokumentasikan bagaimana cara menginstall squid cache server pada Windows XP. Informasi detail mengenai squid untuk windows yang bernama SquidNT dapat anda baca pada link berikut.

Persiapan yang diperlukan untuk menginstall squidNT ini adalah anda harus mendownload installer berupa file binary yang dapat anda download pada link berikut ini.

Pada tutorial ini penulis menggunakan ‘Squid versi 2.7 stable 6-standard’, versi ini merupakan versi yang cukup dapat diandalkan [STABLE]. Sekedar informasi, pada website ini [link download] selain terdapat perbedaan jenis squid berdasarkan versinya, terdapat juga perbedaan dalam jenis distribusinya.

Jenis distribusi yang pertama adalah ditribusi file binary yang penulis sarankan dan digunakan pada tutorial ini, file binary ini adalah file yang telah terkompilasi atau mudahnya adalah file yang telah dapat dieksekusi/dijalankan secara langsung. Jenis distribusi yang lain adalah distribusi source code, jika anda mendownload archieve file ini, anda tidak dapat secara langsung menjalankan program squid ini, anda terlebih dahulu harus mengkompilasinya menggunakan compiler yang sesuai dengan jenis source codenya, sepert gcc untuk source code C.

Setelah anda mendownload arsip yang berbentuk zip tersebut anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Ekstrak dengan menggunakan program bawaan XP ataupun menggunakan program bantu seperti Winzip, WinRAR, dll. Ekstrak arsip tersebut ke C:\

2. Pastikan terbentuk direktori baru bernama ‘squid’ [tanpa tanda petik] di C:\ , sehingga jika anda mengakses C:\squid anda dapat melihat direktori-direktori seperti doc, sbin, etc, var, dan lain-lain.

3. Jika tahap ini sudah berhasil, saatnya kita mulai mengkonfigurasi squid. Masuk ke direktori C:\squid\etc kemudian rename file – file berikut :

cachemgr.conf.default –> cachemgr.conf

mime.conf.default –> mime.conf

note: file squid_radius_auth.conf.default tidak direname, karena penulis tidak akan memakai autentifikasi radius pada tutorial ini, sedangkan file squid.conf.default juga tidak direname karena pada tutorial ini akan dibuat konfigurasi dari awal. Namun membaca konfigurasi di squid.conf.default disarankan, karena pada file tersebut cukup pada berisi informasi tentang syntax-syntax.

4. setelah merename file-file tersebut, penulis akan memberikan konfigurasi yang penulis buat, walaupun masih jauh dari sempurna, namun tidak ada salahnya penulis berbagi pengetahuan dengan anda. Pada konfigurasi ini, penulis hanya menggunakan 350MB cache dan berbagai konfigurasi lain yang dirasa cukup untuk penggunaan pribadi. Anda dapat menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan.

Buka file baru di notepad ataupun editor lainnya, kopi paste konfigurasi dibawa ini, kemudian save dengan nama squid.conf pada direktori C:\squid\etc [pada saat mensave file pastikan tidak ada tambahan ekstensi .txt, hal ini bisa di atasi dengan settingan saat mensave dengan menggunakan notepad, bagian filename diisi squid.conf dan bagian Save as typenya menjadi All Files]

#########################
#    SQUID.CONF                                #
#dxZStudioZ                                        #
#     hans@arc.itb.ac.id                      #
#########################
acl all src all
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/32
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl localnet src 192.168.0.0/16

acl Safe_ports port 80 21 43 70 210 280 488 591 777 102-65535
acl SSL_ports port 443
acl CONNECT method CONNECT

http_access allow localhost
http_access allow localnet
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow localnet
icp_access deny all
reply_body_max_size 0 allow all

# NETWORK OPTIONS
# —————————————————————————–
http_port 3128
icp_port 3130

# OPTIONS
# —————————————————————————–
dead_peer_timeout 10 seconds
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
peer_connect_timeout 120 seconds

# MEMORY CACHE
#—————————————————————————–
cache_mem 32 MB
maximum_object_size_in_memory 80 KB
memory_replacement_policy lru

# DISK CACHE OPTIONS
# —————————————————————————–
cache_replacement_policy lru
cache_dir ufs c:/squid/var/cache 350 16 256
store_dir_select_algorithm least-load
minimum_object_size 0 KB
maximum_object_size 4096 KB
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95

# LOGFILE OPTIONS
# —————————————————————————–
access_log c:/squid/var/logs/access.log squid
# logfile_daemon c:/squid/libexec/logfile-daemon.exe
cache_log c:/squid/var/logs/cache.log
cache_store_log c:/squid/var/logs/store.log
mime_table c:/squid/etc/mime.conf
pid_filename c:/squid/var/logs/squid.pid
debug_options ALL,1

# OPTIONS FOR FTP GATEWAYING
# —————————————————————————–

ftp_user Squid@
ftp_list_width 32
ftp_passive on
ftp_sanitycheck on

# OPTIONS FOR TUNING THE CACHE
# —————————————————————————–
refresh_pattern         cgi-bin         1 20% 2
refresh_pattern         \.asp$          1 20% 2
refresh_pattern         \.acgi$         1 20% 2
refresh_pattern         \.cgi$          1 20% 2
refresh_pattern         \.pl$           1 20% 2
refresh_pattern         \.shtml$        1 20% 2
refresh_pattern         \.php3$         1 20% 2
refresh_pattern         \?              1 20% 2
refresh_pattern         \.gif$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.jpg$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.bom\.gov\.au     30   20%       120 reload-into-ims
refresh_pattern         \.html$           480   50%     22160 reload-into-ims
refresh_pattern         \.htm$            480   50%     22160 reload-into-ims
refresh_pattern         \.class$        10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.zip$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.jpeg$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mid$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.shtml$          480   50%     22160 reload-into-ims
refresh_pattern         \.exe$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.thm$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.wav$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.txt$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.cab$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.au$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mov$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.xbm$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.ram$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.avi$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.chtml$          480   50%     22160 reload-into-ims
refresh_pattern         \.thb$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.dcr$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.bmp$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.phtml$          480   50%     22160 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mpg$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.pdf$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.art$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.swf$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mp3$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.ra$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.spl$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.viv$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.doc$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.gz$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.Z$            10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.tgz$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.tar$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.vrm$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.vrml$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.aif$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.aifc$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.aiff$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.arj$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.c$            10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.cpt$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.dir$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.dxr$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.hqx$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.jpe$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.lha$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.lzh$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.midi$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.movie$        10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mp2$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mpe$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mpeg$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.mpga$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.pl$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.ppt$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.ps$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.qt$           10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.qtm$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.ras$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.sea$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.sit$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.tif$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.tiff$         10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.snd$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         \.wrl$          10080   90%     43200 reload-into-ims
refresh_pattern         ^ftp://           480   60%     22160
refresh_pattern         ^gopher://         30   20%       120
refresh_pattern         .                 480   50%     22160 reload-into-ims
##
quick_abort_min 16 KB
quick_abort_max 16 KB
quick_abort_pct 95
negative_ttl 5 minutes
positive_dns_ttl 6 hours

# HTTP OPTIONS
# —————————————————————————–

acl shoutcast rep_header X-HTTP09-First-Line ^ICY\s[0-9]
upgrade_http0.9 deny shoutcast
via on
cache_vary on
acl apache rep_header Server ^Apache
broken_vary_encoding allow apache

# TIMEOUTS
# —————————————————————————–
read_timeout 15 minutes
request_timeout 5 minutes
persistent_request_timeout 2 minutes
client_lifetime 1 day

# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–

cache_mgr dxzstudioz
# cache_effective_user nobody
visible_hostname cache.localhost.net

# PERSISTENT CONNECTION
# —————————————————————————–
client_persistent_connections on
server_persistent_connections on

# INTERNAL ICON
# —————————————————————————–

# icon_directory c:/squid/share/icons
# global_internal_static on
# short_icon_urls off

# DNS OPTIONS
# —————————————————————————–
check_hostnames off
allow_underscore on
hosts_file %SystemRoot%\system32\drivers\etc\hosts

#  TAG: ipcache_size    (number of entries)
#  TAG: ipcache_low    (percent)
#  TAG: ipcache_high    (percent)
#    The size, low-, and high-water marks for the IP cache.
#
#Default:
# ipcache_size 1024
# ipcache_low 90
# ipcache_high 95

fqdncache_size 1024

# MISCELLANEOUS
# —————————————————————————–
memory_pools on
memory_pools_limit 8 MB
reload_into_ims on
coredump_dir c:/squid/var/cache

5. Setelah membuat file konfigurasi squid.conf, selanjutnya kita akan melakukan persiapan dalam menjalankan squid, buka command prompt dengan cara, klik start > run kemudian ketik cmd selanjutnya tekan enter. setelah mendapatkan jendela command prompt ketik perintah berikut ini.

C:\squid\sbin\squid.exe -z

perintah ini berguna agar squid membuat cache direktori sesuai dengan yang didefinisikan pada squid.conf diatas.

6. Tahap selanjutnya adalah kita akan membuat squid berjalan sebagai servis di windows, sehingga untuk pengaturan program-program yang berjalan menjadi lebih rapih. Untuk membuat squid berjalan sebagai servis baru, dapat dilakukan dengan mengetik perintah berikut ini :

C:\squid\sbin\squid.exe -i -n squid

note: nama servis adalah yang di bold

Service ini dapat dilihat di Control Panel > Adminstrative Tools > Services. Disana anda dapat menemukan servis bernama squid, anda dapat mengaturnya dengan mengklik kanan kemudian start/stop. Anda juga dapat mengatur nya agar dapat berjalan secara otomatis saat windows dijalankan dengan mengklik dua kali file servis squid dan klik startup type menjadi Automatic.

7. Start squid anda melalui services, dengan klik kanan squid pada services, kemudian klik start.

8. konfigurasi proxy web browser anda menjadi localhost dengan port 3128.

Selamat mencoba 🙂

Sekilas tentang FTP Server

July 27, 2008 3 comments

FTP (File Transfer Protocol) dari namanya jelas FTP merupakan protokol yang didesain untuk melakukan transfer file dalam jaringan. FTP menggunakan dua buah port dalam proses transfer dan download, yaitu port 20 (data port) dan 21 (command port). Namun, anda bisa saja mengganti data port dapat menggunakan port selain 20.

Saat ini, banyak terdapat software yang dapat kita gunakan untuk membuat server FTP, misalnya :  VSFTPD, ALFTP, WSFTP, PureFTPd, G6 FTP, proftpd, FileZilla server, dan sebagainya. Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangannya dapat anda cari melalui internet.

User FTP dapat dibedakan menjadi dua, yaitu normal user dan anonymous. Normal user dapat berupa user pada server tersebut, atau user yang didefinisikan menggunakan LDAP, MySQL, dan sebagainya. Sementara, anonymous adalah user khusus bagi orang umum yang tidak memiliki user pada mesin/database yang digunakan tersebut. Biasanya, untuk user anonymous tersebut, orang membuat user baru bernama ‘ftp’ dengan privilege seminim mungkin, untuk keamanan.

Transfer data pada ftp dibedakan menjadi dua : active mode dan passive mode. Perbedaan tersebut terletak pada siapa yang memulai inisiasi transfer data terlebih dahulu.
Active mode FTP client melakukan koneksi ke port 21 pada FTP server menggunakan port >1024. Kemudian, client mengirimkan informasi port yang akan digunakannya untuk transfer data. Server selanjutnya menginisiasi transfer ke port tersebut dengan menggunakan port 20.

Passive mode FTP client melakukan koneksi ke port 21 pada server dengan menggunakan port >1024. Server menjawab dengan mengirimkan informasi suatu port >1024 ke client yang akan digunakan untuk melakukan transfer data. Client kemudian menginisiasi transfer dengan melakukan koneksi ke port tersebut .

Sebuah koneksi FTP dilakukan 4 tahap, yaitu:

1. User authentification
2. Establishing the control channel
3. Establishing the data channel
4. Discontinuing the connection

FTP menggunakan connection controlling TCP (Transmission Control Protocol) sebagai
protocol transmission yang menjamin data diterima oleh recipient. Oleh karena itu tidak perlu adanya paket loss atau error checking selama koneksi masih tersambung. Secara “gamblangnya”  TCP memastikan setiap data yang dikirim atau diterima hanya sekali (sesuai request) tanpa errors dan pada urutan yang benar.

Data transmission membedakan antara tiga tipe transfer yang mana completion dalam stream mode ditandai oleh end-of-file (EOF) dan dalam dua tipe transfer selanjutnya dengan end-of- record (EOR).
• Stream
• Block
• Compressed

Sebagai tambahan, ada dua transfer mode lagi:

• ASCII
• Binary

ASCII-mode digunakan untuk transfer data berupa text file, sedangkan pada Binary-mode digunakan untuk transfer data berupa program atau sejenisnya. Tetapi sekarang user tidak perlu khawatir karena hampir semua FTP clients akan secara otomatis mengenali tipe data yang akan di-transfer.

Karena user recognition dan password authentification tidak dilakukan pengenkripsian, sangat penting untuk memperhatikan potensial resiko keamanan yang dapat terjadi. Inilah yang menjadi alasan diperlukannya pemikiran mengenai keamanan pada FTP.

Categories: Networking

Crimping Ethernet Cable / RJ-45

July 13, 2008 Leave a comment

You must prepare these tools and materials :
Complete crimper too7ls with wire stripper and RJ-45 die.
RJ-45 Plugs
Cat-5 UTP Cable

Optional Tools :
Wire Tester

Procedure :

1. Strip off insulation with Crimper Tools, or if your crimper tools can’t do this, you can use the wire stripper ;p.
2. Untangle wires
3. Place wires in correct order & straighten. The order (Standard Version) is [White Orange] – [Orange] – [White Green] – [Blue] – [White Blue] – [Green] – [White Brown] – [Brown]
4. Trim wires to desired length.  If the wires are too long the plug will not crimp onto the insulation for strength.
5.Slide wires all the way into the plug.  Make sure not to disrupt the color scheme.
6. Crimp plug using your Crimper Tools
7. Repeat steps 1 – 6 for the other end of UTP Cable.
8.Test wire using optional test equipment or between working computer and hub for patch (straight through) cables, or between switches for crossover cables.

Categories: Networking